Minggu, 08 Januari 2017

pembelajaran diri

Pendidikan.
Kata yang tidak lagi asing ditelinga.
Terdengar akrab sekali.
Apa makna sebenarnya dari pendidikan?
Apakah duduk dibangku sekolah dari pukul tujuh pagi hingga pukul dua sore?
Ataukah kesana kemari memeluk buku dengan kedua tangan dan tas ransel dipunggung?
Atau yang seperti apa?

Hampir seperlima abad hidupku masih memikirkan tentang itu. masih juga aku mengenyamnya. Syukur alhamdulillaah tentunya. Kesempatan yang luar biasa mengingat tidak semua orang beruntung dapat merasakannya. Bahkan orang-orang terdekatku, mereka yang kukasihi belum tentu semua berkesempatan.
Mereka rela menyerahkan sebagian dari hidup mereka hanya untuk memperjuangkanku. orang yang dianggap berharga oleh mereka sedang mereka sendiri sering terlupakan.

Setiap detik dalam hidup adalah pembelajaran. Menyadari bahwa kita tidak dapat hidup sendiri. Kita bukanlah apa-apa tanpa mereka. Maka akan terlihat konyol sekali bila kita masih berusaha menyombongkan diri. Bila kita bertingkah seolah-olah kitalah yang paling baik diantara yang ada.
Oh ayolah, mari sama-sama saling berusaha, saling mengingatkan karena kita semua saudara.
Bila kita menyayangi diri sendiri bukankah kita sudah seharusnya juga menyayangi saudara?
Tentu dengan cara yang baik pula. Melakukan dengan niat tulus dan ikhlas. Demi pembelajaran dan kebaikan bersama.